cinta pertamaku
Ini bukan tentang
kisah masa kecilku, tapi kisah setelahnya..
Lebih tepatnya sewaktu
aku berada di SMP kelas tiga. Dimana saat itulah aku mulai mengenal cinta,
mungkin terlalu cepat bagi orang-orang tapi tidak bagiku. Cinta itu, cinta yang
akan ku ingat sampai aku tua nanti. Mungkin benar yang dikatakan orang kalau
cinta pertama itu susah dilupakan (tapi ini beda loh). Perjuangaku untuk
mempertahankan cinta ini rasanya tidak sebanding dengan cinta yang kalau kata
orang masih umur segitu “cinta monyet” (ngerti lah ya maksudnya,,,)
Perjuangan (beuh
bahasanya dahsyat!) untuk mempertahankan cinta itu lumayan membuatku kurus,
dari aku yang berat badannya 60an kg saat awal pacaran ampe 52 kg saat putus,
hehehe
Mmmmmhhhh bingung
memulainya dari mana.
Intinya hubungan
antara aku dan dia tidak disetujui oleh kedua orang tua kami, lagi-lagi karena tradisi
orang karo. Aku bingung menjelaskan tradisi yang dimaksud seperti apa, soalnya
pada saat itu aku sama skali belum mengerti tentang tradisi yang disebut
‘tutur’ saat berpacaran dengan lawan jenis. Yang aku tahu cinta itu datang di
aku dan dia. Kata orang tua seh ipokoknya ga bisa karena tuturnya
dia(laki-laki) mempunyai panggilan ke aku (perempuan) dengan sebutan ‘bibik’
(bkan bibik yg suka bntu2 dirumah loh).
Tapi yang anehnya
cinta itu bertahan cukup lama sampai dua tahun lamanya(beckstreat critanya..)
sampai akhirnnya kami mengalah pada “tradisi”. Dan akhirnya putus, udah deh….
“perban biarna aku
erdosa adi nimbak orang tua, lang adi aku kena ateku singenana” ….lah loh kok
jadi nyanyi… hehehe
Itu sedikit tentang
pacar pertamaku,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar